Catatan Kecil untuk Mimpi yang Besar

Jakarta, 5 Maret 2017

Wulan Mustika, aku menulis ini untuk aku. pemilik jari yang sedang mengetik banyak kata. sebagai penyemangat ketika hari-hari (lagi-lagi) terasa  menyebalkan. mimpiku besar, tapi nyaliku selalu kecil.

aku ingat sewaktu aku menangis tersedu karena tidak mendapat tanda-tangan persetujuan untuk mengajukan beasiswa dari dosen pembimbing akademik. hari itu rasanya aku menghentikan semua usahaku. benar-benar berhenti. dan sejalan dari situ aku tahu, banyak teman-temanku mendapat kesempatan yang sama. aku menyesal. nyaliku terlalu kecil untuk mencoba.

aku ingat sewaktu rasanya ingin pulang saja, takut menghadapi banyak orang yang kemampuannya jauh lebih baik. aku tidak pulang, aku bertahan dan aku mampu menaklukan. sewaktu nyaliku mulai besar, kadang kenyataan tak selalu sejalan.

aku kadang lupa, pribadi-pribadi yang besar terbentuk dari keberanian. bukan keluhan. aku kadang lupa, tak ada hasil yang mengkhianati usaha. kalau usahaku nol, hasilnya akan selalu nol. aku kadang lupa, harap tidak akan sampai kepada Tuhan tanpa meniti tangga doa.

jadi Wulan, jika aku sekarang menyerah. maka aku takkan dapat apa-apa. maka mimpimu hanya tetap jadi mimpi.

jadilah sebaik-baiknya usaha yang selalu setia pada hasil. jadilah hamba yang selalu percaya pada Tuhan, jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi sesama.

kau kecil, tapi dapat mengubah dunia. setidaknya duniamu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s