tak usah repot-repot

ah, kau tak perlu sesulit itu mencintai gadis biasa saja sepertiku.

yang sama sekali belum sempurna.

aku payah dan tak bisa diandalkan.

tidak bisa kau banggakan. sekedarnya, sungguh seadanya.

aku pantas untuk menerima segala kekuranganmu.

agar kau tak perlu susah payah menutupi kekesalanmu menghadapi kekuranganku.

ah aku berlebihan ya.

menulis ini yang jelas-jelas tidak ada yang peduli.

setidaknya tulus-lah yang selalu membuatku tersenyum kecil.

saat aku teringat betapa ku dikecewakan.

olehmu.

setidaknya kita pernah saling menerima. sebelum saling menolak.

jangan cintai aku apa adanya, cintai sebisanya.

tak usah repot-repot

A Blessed Family : Napak Tilas Bandung

Bandung, Februari 2015

” Pah, ajakin Teteh jalan-jalan dong. mau naik angkot ke alun-alun Bandung.” eh ternyata malah dijawab dengan terkekeh oleh Papah yang habis mandi. Katanya, angkutan kota di Bandung harganya sudah tidak murah. kalau kita pergi berempat naik angkutan kota, harganya sebanding dengan naik kendaraan pribadi. ya sudah, yang penting ada cerita berempat akhirnya kita pergi selepas dzuhur.

“ya Allah, Bandung berubah banget ya?” kataku sepanjang perjalanan. katanya semenjak walikota-nya Bandung diganti, kota Bandung senyumnya lebih indah. bagaimana tidak, tamannya jadi banyak. sampahnya juga berkurang banyak sekali. rasanya Bandung semakin cantik, pantas saja mojang Bandung cantik-cantik. mungkin tidak ada hubungannya, tapi kota kembang-ku indah sekali.

sempat mampir ke Alun-alun Bandung, yang dahulu padat sekali. banyak pedagang kaki lima-nya. sekarang lengang sekali. sampai kita bisa dengan bebas tidur di taman depan masid raya kota Bandung. ini oleh-olehnya buatmu 🙂IMG_1140