16 Januari, dari 1994 hingga 2015

agar dunia tahu, kalau di belahan bumi ini masih ada anak yang tak bisa lepas dari genggaman orang tuanya. yang lebih nyaman jalan berempat dibanding bersama teman-teman sebayanya. masih ada ayah yang memperlakukan dua anaknya selayaknya bayi mungil sampai sekarang. masih ada ibu yang mencium pipi anak laki-laki remajanya di tengah keramaian. masih selalu ada cinta disela kesederhanaan. masih ada canda, masih lekat peluk. ah, ya Tuhan. terimakasih telah memberiku tempat nyaman sejak dalam rahim hingga sekarang. IMG_1110[1]

Tentang Kesempatan

ketahuilah, ada jutaan perasaan yang sulit dibahasakan

seperti kesakitan yang melewati batas normal, atau kesenangan yang meluap kesana kemari.

atau kesempatan yang tak datang dua kali. ya, tak dapat kubahasakan pengalamannya.

lepas tertawa, bebas berteriak, riuh rendah celotehan, sedu sedan tangisan bersama utusan-utusan Tuhan pembawa kebahagiaan, di semua perasaan yang tak bisa kubahasakan.

seperti hidup dan mengenalmu, sahabatku. atau mungkin kau hanya temanku. sekedar orang yang lalau lalang tanpa arti sore ini, siapapun yang matanya pernah beradu denganku.

betapa Tuhan maha baik,

membuat hidup ini sungguh teratur, tanpa cela. tanpa perlu kita protes lagi alurnya.

seandainya pertemuan tak berakhir perpisahan, mungkin bahagianya takkan pernah bisa ku bahasakan.

namun setidaknya ada satu kesempatan,

dipertemukan Tuhan dengan berbagai cara.