mungkin keinginan Tuhan

“Kangen yang paling ngangenin itu, Ketika dua orang tidak saling sms, bbm, atau telepon.

namun mereka saling mendoakan”  – Sudjiwo Tedjo, Index 2014

entah, kenapa kata-kata itu menyihirku seperti sedikit menyemangati bahwa Tuhan selalu ingin kita bertemu.

paling tidak nama kita-lah yang bersua di hadapannya. dalam harap dan doa. setiap hari, hampir setiap hari kusematkan namamu diantara nama-nama yang kucintai.

mungkin kamu juga begitu, semoga.

karena doa-lah yang ternyata membentuk kelunakan menjadi sebongkah ketegaran. kemudian semua kesedihan mengkristal menjadi sebuah harap kebahagiaan. salahkah kalau aku bahagia ketika terus berdoa untukmu?

mungkin, kenginan Tuhan-lah yang menginginkan setiap tatapan tak sengaja, setiap usaha membahagiakan satu sama lain, setiap hujan yang menahan kita untuk terus habiskan waktu berdua, setiap mimpi yang dapat kita bahas setiap paginya, yang tak pernah habis hingga malam hampir usai.

kukira bukan sekedar mungkin, tapi Tuhan-lah yang membuat segalanya tepat pada tempat seharusnya. sehingga aku rasa tak apa jika Tuhan meempatkan setumpuk Rindu padaku, tapi tidak padamu. mungkin keinginan Tuhan untuk terus mendengar namamu dalam setiap doaku. sehingga setidaknya Tuhan-lah yang paling tahu kenapa aku tetap seperti ini.

maka teruslah hidup sehebat itu, aku akan selalu minta Tuhan menjagamu. setidaknya cukup lewat doa..